Metamorfosa

Tadi sih mau cerita soal di Bandung, cuma tiba-tiba dengar lagunya Enrique Iglesias yang ‘finally found you’. Yang sudah pernah dengar lagunya setuju ga kalau lagunya bagus? Musiknya ceria dan liriknya menyenangkan.

In this crazy world of choices I’ve only got a few
Either you’re coming with me, or I’m coming with you
Cause I finally found, I finally found you

 

OK. Sekarang cerita tentang Bandung yuk. Sebulan di sini saya cepat sekali ngantuk. Mungkin karena tiap hari bangun pagi, ngerjain pekerjaan rumah, ngantor sampai jam 5 lewat banyak, masak, dan lain-lain yang menguras tenaga. Intinya saya kecapekan. Mungkin karena belum pernah sama sekali ngurusin semua hal sendirian.

Banyak hal yang terjadi di sini. Menyenangkan, walau ada juga yang menjengkelkan. Tapi tak mengapa. Semoga saya bisa mendapat banyak pelajaran dari semua hal yang terjadi di sini. Ya Robb, terima kasih karena telah menjaga saya sampai detik ini.

Advertisements

Makassar to Bandung

Kurang dari 2 hari lagi saya akan meninggalkan Makassar dan memulai hidup baru di Bandung. Sedih rasanya harus terpisah jarak dari keluarga, terlebih lagi Mama. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, saya akan memulai segalanya sendiri. Mungkin ini proses menuju kedewasaan yang akan memberi banyak pelajaran dalam hidupku.

Makassar a.k.a Ujung Pandang. Kota yang selama 23 tahun ku lalui setiap sudut jalannya dengan mengeluh hingga bahagia. Kota yang menjadi saksi betapa saya adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang sangat bahagia. Diberikan keluarga, teman, serta kehidupan yang amat sangat baik. Banyak kenangan yang terjadi di kota ini.

Bandung… Kota yang selalu menjadi angan bahwa kelak, akan ku huni.

Hufth… Beraaat! Berat rasanya jika mengingat kembali bahwa saya sedang diburu waktu untuk meninggalkan Makassar. Mungkin yang membuat saya kuat ke Bandung hanya karena mengingat bahwa saya harus bekerja, mengumpulkan pundi-pundi uang, kemudian sesegera mungkin membahagiakan Mama. Satu hal lagi yang membuatku kuat ke Bandung. Saya punya Dida. Serta yang terpenting, saya tahu Allah SWT selalu ada di mana pun saya berada. Dan ini semua adalah rencana-Nya.

Ya Robb, mudahkanlah setiap langkahku di Bandung. Wish Bandung could make me feel like home. Pertemukanlah saya dengan orang-orang baik. Amieeen…Image

Langkah 15 ke-40

Besok tanggal 15. Tanggal yang bersejarah untuk kita, mungkin tidak untuk orang lain. Aku tak peduli. Yang ku tahu di 15, untuk pertama kalinya aku mempercayakan kembali bagian hidupku untuk orang lain. Untuk orang yang sama sekali tak pernah ku sangka akan ku temui, kemudian ku titipkan tawaku di setiap sudut memorinya.

Jangan Berhenti

Pernah ada masa di mana ada seseorang dalam hidupmu dan engkau begitu berharap dia akan selamanya ada bersamamu. Namun kemudian kalian saling mengerti, walaupun tak ada perbedaan dalam hidup kalian, tak akan pernah kalian bersama.

Bukan karena takdir itu kejam, tapi karena takdir begitu baik. Dia mempertemukanmu dengan dirimu. Darinya kau belajar tentang dirimu sendiri, karena ia adalah pancaranmu.

Langkah apa pun yang kau pilih dalam hidupmu dulu janganlah pernah menjadi penyesalan, karena itu baik. Masa lalu itu baik, maka pahami dan melangkahlah lagi.

Zarry Hendrik – Semoga Tidak Kamu Lagi

Tiga hari yang lalu denger Zarry Hendrik bawain puisinya di http://soundcloud.com/zarryhendrik judulnya ‘Semoga Tidak Kamu Lagi’. Puisinya kayak gini:

ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia. melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. itu menyakitkan. seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar…

mungkin ini waktu untuk aku terpuruk supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan. sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit…

namun ketahuilah, sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu. mengelilingi tubuhku, dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku…

ada satu hal yang sampai saat ini membuat aku bangga menjadi aku. yaitu, karena aku mampu terima kamu apa adanya…

aku meminta ampun kepada Tuhan. sebab aku pernah berharap kalau suatu saat ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. sebab hidup jadi terasa bagaikan dinding yang dingin…

aku harus menjadi paku, kamu yang bagai lukisan, dan cinta itu palunya. memukul aku, memukul aku, dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat…

pada akhirnya, semoga tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas.

Hebatlah orang yang bisa buat puisi. Lebih hebat lagi kalau dia juga ‘bisa’ membacakan puisinya. Karena tidak banyak orang yang bisa membacakan suatu puisi. Bait terakhir dari puisi itu kemarin aku ganti.

pada akhirnya, semoga tidak aku lagi yang kamu lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejammu sebelum pulas. bukan karena aku enggan bersinar untukmu, tapi karena aku hanyalah aku, yang juga membutuhkan cahaya sebelum pejamku. dan itu tak ku dapatkan darimu.

Hahaha… Kacang rebus banget puisiku!

dan inilah JUVENTUS

Juventus bukan hanya sekadar klub yang sudah memperoleh gelar scudetto sebanyak 30 kali bagiku. Juventus punya banyak cerita di hidupku. Juventus, klub pertama yang dikenalkan oleh Papa waktu saya masih SD. Klub yang tiap minggu saya nonton di RCTI. Klub yang membuat saya begitu menikmati ‘quality time’ dengan Papa.

Juventus juga mengenalkan saya dengan David Trezeguet. Pemain yang sampai kapan pun akan tetap saya kagumi. Bahkan setelah dia sudah tidak bersama Juventus lagi.

Kemenangan Juventus musim ini begitu indah. Gelar ketigapuluh. Tanpa kekalahan sampai akhir pertandingan. Setelah gelar dicuri dan segala skandal yang dibuat-buat, gelar musim ini bagaikan api yang meletup semangat Juventus untuk musim berikutnya.

Juve,,storia di un grande amore…

Per sempre…

🙂Image

Andrew Garcia – Crazy

Tiap dengar lagu ini jadi mikir kalau seseorang sering kali dianggap ‘crazy’ saat jatuh cinta. Mungkin memang ada benarnya. Tapi kadang ‘falling in love’ malah membuat kita sepenuhnya waras. Bahkan waras tentang siapa diri kita.

Dulu saya pikir saya suka berpura-pura jika sama Mbing. Kemudian saya tersadar dalam perjalanan pulang dari Tasikmalaya ke Bandung. Sepanjang jalan saya sadar, bahwa sebenarnya apa yang saya lakukan jika sama Mbing adalah ‘the real me’.

Mana ada saya bermanja-manja di depan teman-teman? Mana ada saya mengecilkan suara di depan teman-teman? Mana ada saya menumpahkan segalanya di depan teman-teman bahkan sampai hal terkecil yang terjadi di diri saya?

“crazy cus i’m falling in love..falling deeply in love with you..yeah,it’s so damn true..”

Banyak hal yang saya rasakan waktu ke Tasik kemarin. Tentang masa lalu. Tentang masa depan. Tentang satu detik waktu yang saya harapkan membeku pada saat itu.

“i’m not crazy,,i’m just a man…i’m doing everything that i can!’

Semoga kita bisa segera bersama..
🙂

The Greatest Hits Tour

Tak pernah sekalipun saya menyangka bisa nonton Blue dan A1 secara live. Plus Jeff 98 Degrees. Dan lebih tidak disangkanya, di Makassar. Hahaha… 12 tahun lalu, saat mereka lagi booming-booming-nya, saya masih SMP. Masih ababil tiap lihat mereka di TV. Dan kemarin, mereka nyata di hadapanku. Saya pun menjadi ababil (kembali).

Tour mereka kemarin di awali dengan Jeff. Heran juga kenapa personel yang lain ga ikut. Tapi mantaplah si Jeff ini. Tetap berkualitas. Walau dia sendiri, tapi tetap atraktif. Saya tetap teriak-teriak gaje saat dia turun dari panggung dan cuma berjarak 30 cm dari hadapanku. Wakakakak.

Selanjutnya adalah A1. Banyak lagunya yang saya sudah lupa. Haha. Satu yang pasti dari A1 kemarin adalah si Ben si belah tengah sudah berubah menjadi cakep. Tentunya tanpa belah tengah. Hahaha. Selama A1 nyanyi, si Riska yang di samping saya nyanyi poool. Fans berat A1 kayaknya.

Dan tibalah boyband terakhir yaitu Blue. Di awali dengan “Sorry Seems to Be The Hardest Word” saya sudah mulai kayak orang setengah labil. Haha. Kemudian lihat si Duncan James, teriak-teriaklah saya kayak orang labil beneran. Ga berhenti ngerekam walaupun si HP lobet muluuu! Damn! Harusnya saya nge-charge lagi pas sorean. Hasil dari ngerekam jadinya terpotong-potong. Wakakakak. Butbig thanks for my NEXIAN. LOL.

Udah lupa Blue nyanyi berapa lagu. Yang jelas semuanya saya suka. Kecuali Too Close. Emank ga terlalu suka sih. Sama Best In Me juga ga terlalu suka. Soalnya kemarin cuma dua bait yang dinyanyiin! Sebel! >.< Setelah kurang lebih sejam, the show must end. Huhuhu. Rasanya masih pengen ngerekam, ngefoto, nyanyi bareng.

Pulanglah kami semua…

Pas di jalan pulang, tiba-tiba pada mau samperin ke Hotel mereka nginap. Jalan pulang kan lewat situ, singgah deh kita. Kalau ketemu ya syukur. Ga juga gpp.

Jalan ke lobi…

“Itu Jeff!”, teriak si Vika.

Kita samperiiin! Dan dia ramah bangeeet!! Waktu jabat tangan mantap banget digenggam… Wakakakak! Ngobrol 30 detik, minta foto bareng. Foto deeeh. Habis itu tak lupa… CIPIKA CIPIKI saudara-saudari! Haha. Memang sok akrab banget deh kita. Dan Jeff pun masuk lift. Meninggalkan kami dengan perasaan deg-degan penuh cinta. Hahaha.

Pas sampai di luar lobi, tiba-tiba ada mobil mencurigakan berjejeran. Dan yang keluar adalaaah… Duncan James! Oh no! I’m dying! LOL. Minta foto bareng juga donk. Yeah, berhasil. Dan hasilnya adalah saya dekil banget. Kayak anak shock dari kampung sebelah. But it’s OK. Yang jelas saya dan om Duncan satu frame. Hihi.

Kemudian muncul si Lee Ryan. Kami CEGAT! HIAT! Haha. Ikutan foto bareng juga dia. Dan saya ga nyampe toketnya dia. Oh my. How short i am.

Terus terus terus, ada Simon. Dia lagi ngobrol di handphone. Tapi kita ngotot. Wakakakak. Hasilnya dia foto sama kita sambil tetap pegang handphone. Hahaha.

Puas rasanya. Keluar deh kita dari lobi. Entah udah berapa kali keluar dari lobi tapi masuk lagi. Haha. Pas di luar, lihat si Anthony. Masuk lagi deh. Tapi si Anthony buru-buru. Dia stress kali lihat kita. Dia masuk lift. Berlalu. Huh!

Dan berakhirlah malam itu. No problemo lah.

Intinya kami bisa foto bareng dengan setengah yang nampil. Haha. And it was amazing!!! Walaupun pas pertama kali mau nonton kelilingin Trans Studio. Kirain di parkiran, ternyata di Theme Park. Wakakakak. Kebodohan.

Terima kasih untuk semua teman-teman yang kemarin nonton bareng. Riska, Adeknya Riska, Vika, Mira, Cite. Hahaha. Menyenangkan sekali kemarin. Dan tak lupa untuk Jeff, Ben, Mark, Christian, Duncan, Lee, Simon, Anthony, Thank you for came here.

Untuk Duncan: “you make me wanna surrender my soul!” :*

better closer

kamu, aku, dia, siapa pun itu kadang harus duduk berdua saja bersama seseorang agar dapat mengenal seperti apa orang tersebut. karena kadang seseorang akan menjadi begitu berbeda ketika di depan orang banyak dibandingkan saat yang tersisa hanya kalian berdua. dari pengalamanku tadi sore, saya menjadi jauh lebih mengenal seseorang. dan di saat kita mengenal seseorang, semakin banyak yang kita pelajari dari dirinya, ceritanya, kisah hidupnya.

jika kalian merasa kurang senang terhadap seseorang, cobalah untuk lebih mendekat dengannya. duduklah berdua, bercerita, saling mendengarkan… dan kau akan sedikit lebih tahu siapa mereka sebenarnya!